Gincu Istri Kurang Ajar

“Aku mau tidur!” Istriku lalu menghapus gincunya.

“Jangan, temani aku dulu!” Kutarik badan istriku.

“Tidak! Aku capek! Seharian aku bekerja, meeting hingga sore! Sampai rumah anak-anakku rewel, belum makan, belum mandi, ayahnya tidak mengurus becus mereka!” meronta.

Aku diam. Bisu. Kalimat istriku barusan seperti hook Holyfield, telak menghantam harga diriku sebagai suami. Segala pembelaan yang bisa aku pikirkan, terbungkam

“Tapi sayang, aku…”
Lirih, tanpa tenaga, tanpa lanjutan.
Aku melangkah gontai menuju kasur. Istriku kembali ke meja rias, membersihkan wajahnya dari sisa kosmetik, lalu menuju kamar anak-anak.

Sang suami

Aku terbangun dari lelap sejenak. Lalu berjalan menuju meja rias, mengambil gincu istriku.

“Kau..kau yang memberinya kekuasaan! Sekarang giliranku!”

Bibirku kini merah, menyala.

Advertisements

One Comment to “Gincu Istri Kurang Ajar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: