Cincin untuk Maya

Di depan cermin, kurapikan kemeja putih di badanku. Lalu kupandangi lagi cincin ini. Inilah harinya.

***

“May, ke belakang bentar yuk?”
“Yuk! Sekalian makan siang!”
Di ruang belakang, rencananya akan ku ungkap semua. Andai saja..

“Maya! Kucari kamu kemana mana..” Wawan tiba-tiba muncul.
“Oh iya Wan, kenapa?”
Lalu Wawan merogoh sesuatu dari kantongnya. Sebuah cincin berlian. Wawan melamarnya. Mereka tampak bahagia dan aku pun seharusnya.

***

“Dit? Dit! .. Mana cincinnya?”
Ah, melamun! Tersadar aku di katedral ini.
Segera kuserahkan cincin itu kepada Wawan. Lalu dia sematkan ke jari Maya.

Sementara riuh tepuk tangan membahana, cincinku untuk Maya terpuruk menyendiri; di kantong tuxedoku sebelah kiri.

***

You may kiss the bride, Wan.

Advertisements

4 Comments to “Cincin untuk Maya”

  1. Arrrrggghh!!
    Kenapa dibiarkaaaaaann?!!!
    *kesal sendiri*

    Jempol kak.
    Keren!!
    😀

  2. Wahahahahah.. Ini aku udah baca yang di 26 yah kalo ngga salah? Kereeen nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: