Archive for January, 2011

January 19, 2011

Pada suatu hari

Dia terus berlari terengah-engah, gerombolan orang di belakangnya tak mau kalah berhenti.
Seiring, handphone di kantongnya terus berdering. Reject, lalu dia terus berlari.
Beberapa saat, handphone itu kembali berdering.
“Ah dia lagi..” Gerutunya sambil terus berlari, melihat nama yang sama di layar.

SHELVI

Wanita itu tak sabar, berkali-kali hpnya bolak-balik telinga. Sesekali dia menggerutu.
“Uuh, lama banget!” Dia menelpon lagi.
Tidak diangkat.
Dia buka lagi sms kekasihnya.
“Sayang tunggu ya, sebentar lagi sampai”

PRAM

Send message. Lalu dia memacu kendaraannya.
“Sial, 10 menit lagi..”
Tanpa dia sadari, sebuah mobil menghalang saat pandangannya kembali dari handphonenya.
“Tuhan..”

ADIT

“Astaga, kecelakaan..”
Kudekati mobil itu, lalu kuambil handphone yang berdering di tangan pengemudinya.
Lumayan..”

HEI!!

Tags:
January 19, 2011

kepada si kecil Putri..

Halo Barbie berkerudung,

How’s life?
Good? πŸ™‚
Bali lagi musim hujan nih, Bogor gimana? Basah?

Putri,
Maaf kalo dulu aku sedikit kaku, sepertinya angkuh ketika workshop. Hei, aku terbiasa begitu dengan orang yang belum aku kenal. Jangan kapok ya? Toh akhirnya kamu kenal juga sama aku. Sampai akhirnya aku kamu jadikan tempat curhat. Kamu pasti kaget. πŸ™‚

Hey, gimana sama si I tu? Masih krisis kepercayaan? Yang sabar ya..
Kamu masih muda, waktumu masih panjang. Take your time, ga perlu terlalu serius nanggepin masalah. Nanti kamu cepet tua, imut kamu ilang. Ha ha ha.

Kapan nih beli BB baru?
Ngalah mulu sama adeknya. Beli donk!

Deput,
Besok kalo kita ketemu lagi, mau di Jakarta atau Jogja, traktir aku kopi ya? Mumu sama Ika juga. Eh mungkin kita Maret mau ke Jogja, semoga ga ada halangan lagi ya? Atau mungkin di HUT Fiksimini aja kita kumpulnya ya?

Hahahaha..
Apa pun itu, aku masih berharap kita semua berjodoh, dan bisa ketemu lagi. Apalagi kalau lengkap berempat, pasti mantap! Sementara itu, jaga diri kamu baik-baik, kerja yang rajin dan jangan lupa doa ya. Doain semuanya lancar.

Kakakakandamu,

Aditya Nugraha

January 19, 2011

Surat Kepada Pram, Sobatku.

Dear Pram,

Pertama-tama, ijinkan aku menyampaikan maafku atas pertemuan pertama kita yang tertunda. Seperti yang selalu kita rindukan, pertemuan pertama kita; kalimat-kalimat mimpi yang selama ini mengalir ternyata belum sempat kita sublim menjadi nyata.

Apa kabarmu sobat?
Bagaimana Jogja?
Aku lihat lini waktumu cukup rumit. Satu sisi kau masih menjalani tanggung jawabmu, koordinasi acara-acara fmers Jogja. Di sisi lain kau terlihat kesulitan mengkoordinasi perasaanmu sendiri tentang dia. Kau luar biasa, masih bisa mengatur di tengah ketidak teraturan perasaanmu. Salutku untukmu, kawan. Bukankah sudah sepantasnya aku mengkiblat kepada dirimu?

Sobat, masihkah dia di hatimu?
Maafkan pertanyaanku yang lancang ini. Seakan aku meragukan kesetiaanmu dalam mencintai; meski itu untuk dia yang telah dimiliki bukan oleh kamu. Tenanglah, bersabarlah. Waktu akan memberi jawabannya. Perasaanmu tidak salah, kau jatuh cinta dan menurutku, cinta tidak pernah salah. Apalagi, disana kau menempa kesetiaan yang luar biasa. Percayalah, suatu hari entah kapan; akan muncul pasangan hidupmu yang tepat untukmu. Entah itu ‘dia’ atau orang lain, sekali lagi, bersabarlah. Doaku yang terbaik untukmu kawan.

Oh iya, saat kalian semua di Jakarta, GathFM.
Jangan menganggap kekesalanku terlalu serius, aku hanya terlalu kecewa tidak mampu mencapai kalian. Saking kecewanya, aku memarahi kalian yang tidak me-livetweet kegiatan disana. Maafkan aku, aku sangat ingin berada disana, khususnya bersama kalian. Padahal aku tahu esok masih ada banyak kesempatan bersama kalian. Aku tak sabar.

Dear Pram,
Terima kasih sudah menjadi temanku berbagi, menyemangati aku tetap menulis dan menjadi objek celaanku. Sungguh, untuk ukuran sahabat yang masih maya seperti dirimu, pengaruhnya besar bagiku. Aku mohon, saat kau menjadi lebih ‘besar’ dari sekarang, menolehlah sesekali padaku. Musim mungkin berganti, tapi aku harap persahabatan kita tidak mati.

Maaf sobat, ini sama sekali bukan surat cinta. Tapi aku yakin, kau rasakan cinta seorang sahabat disini bukan? Maka sukseslah dengan segala impianmu, kejar cintamu, jangan pernah menyerah pada keaadanmu. Bejuanglah selalu untuk hidupmu, aku akan selalu mendukungmu, Mumu.

SobatPelangi,

Aditya Nugraha

PS: Aku tidak suka dipanggil Ateng. β”ŒΠŸβ”(β—£_β—’)β”ŒΠŸβ”

January 18, 2011

Surat dari cinta yang terlarang

Kepada Tuhan,
Apa kabar? Aku yakin kau selalu fit. Bagaimana mungkin kau mengatur semesta dengan tubuh sakit. Terima kasih menjagaku tetap hidup, hingga kini.

Tuhan,
Aku disini, sebagai menusia yang penuh kekurangan, ingin bersujud sembah untuk setiap karunia yang kau berikan kepadaku. Keluarga yang lengkap, Kekasih yang setia serta teman-teman yang luar biasa; maya maupun nyata.

Tuhanku yang Maha Segala,
Kekasihku amatlah luar biasa. Dia dokter, dan beberapa bulan lagi akan menempuh pendidikan untuk menjadi dokter spesialis. Sangat membanggakan bukan? Aku beruntung memiliki dia. Aku yang bukan apa-apa, kau pasangkan dengan wanita luar biasa. Terima kasih telah mempertemukan kami kembali, bahkan menumbuhkan cinta diantara kami.

Tuhan,
Saat ini, aku dan kekasihku sedang kau berikan ujian yang relatif sulit, tapi terima kasih kami masih bisa bersama, menikmati donat kesukaan kami dan wi-fi gratisan yang disediakan di tempat kami menghabiskan waktu. Aku yakin, masih banyak pasangan diluar sana, yang tidak lebih beruntung dari kami, yang masih kau izinkan saling menyentuh, meski sembunyi-sembunyi.

Tapi Tuhan,
Aku yakin, Kau tahu benar ketidak-nyamanan kami bercengkrama dibalik kebohongan yang harus kami atur. Apalagi menyangkut orang tua. Aku sangat menghormati mereka. Kadang aku merasa bersalah, harus membuat kekasihku berbohong kepada mereka, hanya untuk mengobati kerinduan kami yang amat menggebu. Hingga kini, aku masih berusaha mengejar standar yang mereka tetapkan, meski sangat sulit; hampir mustahil malah. Aku tahu, aku tak akan mungkin menjadi dokter. Jadi satu-satunya hal yang aku usahakan hanyalah menjadi mapan. Semapan mungkin yang aku bisa untuk membahagiakan kekasihku. Dalam kesempatan ini aku memohon, berilah petunjuk menuju masa depan yang kami impikan bersama.

Tuhanku,
Jangan pernah bosan mendengar namanya disetiap doa-doa yang kupanjatkan. Mungkin masih banyak pasangan di luar sana yang mengirimkan doa-doa serupa, mengalami kesulitan yang lebih daripada kami. Namun aku percaya, Kau melihat setiap usaha yang kulakukan untuknya, demi menjadi yang terbaik baginya.

Untuk terakhir kalinya wahai Sang Maha Segala,
Aku mencintainya. Bila Kau merestui, berilah kami kebahagiaan, jalan terbaik dan terlapang untuk bersatu. Tanpa harus menyakiti siapa pun.

UmatMu yang mencintai,
Aditya Nugraha