Pada suatu hari

Dia terus berlari terengah-engah, gerombolan orang di belakangnya tak mau kalah berhenti.
Seiring, handphone di kantongnya terus berdering. Reject, lalu dia terus berlari.
Beberapa saat, handphone itu kembali berdering.
“Ah dia lagi..” Gerutunya sambil terus berlari, melihat nama yang sama di layar.

SHELVI

Wanita itu tak sabar, berkali-kali hpnya bolak-balik telinga. Sesekali dia menggerutu.
“Uuh, lama banget!” Dia menelpon lagi.
Tidak diangkat.
Dia buka lagi sms kekasihnya.
“Sayang tunggu ya, sebentar lagi sampai”

PRAM

Send message. Lalu dia memacu kendaraannya.
“Sial, 10 menit lagi..”
Tanpa dia sadari, sebuah mobil menghalang saat pandangannya kembali dari handphonenya.
“Tuhan..”

ADIT

“Astaga, kecelakaan..”
Kudekati mobil itu, lalu kuambil handphone yang berdering di tangan pengemudinya.
Lumayan..”

HEI!!

Advertisements
Tags:

4 Comments to “Pada suatu hari”

  1. Wakkakaakkakkaa.. Geblek! Awas lo ya, nyatut nama gw.. Bayar!! πŸ˜€

  2. Huaaaaah.. Keren nih!! Kacaau!!
    Kamu certdas menulis cerita seperti ini Dit!!
    Alurnya keren, cerinya apalagi. Sayang karakternya kurang satu nama “Aul” nyahahahah..

  3. Waduh, adit copet atau klepto? πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: