Surat Kepada Pram, Sobatku.

Dear Pram,

Pertama-tama, ijinkan aku menyampaikan maafku atas pertemuan pertama kita yang tertunda. Seperti yang selalu kita rindukan, pertemuan pertama kita; kalimat-kalimat mimpi yang selama ini mengalir ternyata belum sempat kita sublim menjadi nyata.

Apa kabarmu sobat?
Bagaimana Jogja?
Aku lihat lini waktumu cukup rumit. Satu sisi kau masih menjalani tanggung jawabmu, koordinasi acara-acara fmers Jogja. Di sisi lain kau terlihat kesulitan mengkoordinasi perasaanmu sendiri tentang dia. Kau luar biasa, masih bisa mengatur di tengah ketidak teraturan perasaanmu. Salutku untukmu, kawan. Bukankah sudah sepantasnya aku mengkiblat kepada dirimu?

Sobat, masihkah dia di hatimu?
Maafkan pertanyaanku yang lancang ini. Seakan aku meragukan kesetiaanmu dalam mencintai; meski itu untuk dia yang telah dimiliki bukan oleh kamu. Tenanglah, bersabarlah. Waktu akan memberi jawabannya. Perasaanmu tidak salah, kau jatuh cinta dan menurutku, cinta tidak pernah salah. Apalagi, disana kau menempa kesetiaan yang luar biasa. Percayalah, suatu hari entah kapan; akan muncul pasangan hidupmu yang tepat untukmu. Entah itu ‘dia’ atau orang lain, sekali lagi, bersabarlah. Doaku yang terbaik untukmu kawan.

Oh iya, saat kalian semua di Jakarta, GathFM.
Jangan menganggap kekesalanku terlalu serius, aku hanya terlalu kecewa tidak mampu mencapai kalian. Saking kecewanya, aku memarahi kalian yang tidak me-livetweet kegiatan disana. Maafkan aku, aku sangat ingin berada disana, khususnya bersama kalian. Padahal aku tahu esok masih ada banyak kesempatan bersama kalian. Aku tak sabar.

Dear Pram,
Terima kasih sudah menjadi temanku berbagi, menyemangati aku tetap menulis dan menjadi objek celaanku. Sungguh, untuk ukuran sahabat yang masih maya seperti dirimu, pengaruhnya besar bagiku. Aku mohon, saat kau menjadi lebih ‘besar’ dari sekarang, menolehlah sesekali padaku. Musim mungkin berganti, tapi aku harap persahabatan kita tidak mati.

Maaf sobat, ini sama sekali bukan surat cinta. Tapi aku yakin, kau rasakan cinta seorang sahabat disini bukan? Maka sukseslah dengan segala impianmu, kejar cintamu, jangan pernah menyerah pada keaadanmu. Bejuanglah selalu untuk hidupmu, aku akan selalu mendukungmu, Mumu.

SobatPelangi,

Aditya Nugraha

PS: Aku tidak suka dipanggil Ateng. ┌П┐(◣_◢)┌П┐

Advertisements

4 Comments to “Surat Kepada Pram, Sobatku.”

  1. Dear Adit,

    Membaca suratmu ini membuatku langsung ingin ke Bali, menemuimu. Persahabatan kita akan nyata. Segera.

  2. Hey, buat guwe mana?? *sekairmata *iri #nulis2ditanah #nangismeraung-raung

  3. Hahahahah kocak!! Persahabatan pria, yg selalu menarik perhatianku. Apalagi kalian blm pernah bertemu. Karena yg kutahu, pria itu makhluk yg percaya logika. Disingkirkannya perasaan jauh2. Tapi bagaimana bisa kalian berkawan didunia maya cukup mengesankan saya. Sebagai pengamat TL dan perempuan yg suka meneliti kalian, lelaki dari Mars. Tp kuakui, persahabatan makhluk ini lebih kokoh daripada kami, para hawa. Kalian jarang bertengkar, saling hargai dan menutupi kesalahan dalam perselingkuhan #eh. Selamat untuk persahabatan kalian! #cheers #angkatgelaswine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: