Archive for February, 2011

February 22, 2011

Dimensi

Sebab aku,
Memikirkanmu tanpa letih
Merindukanmu tanpa pamrih
Mencintaimu masih

Dalam mimpiku,
Tergambar dimensi lain percintaan kita
Kau wanitaku, sedemikian rupamu
yang senantiasa buat Athena cemburu

Dalam benakku,
Pelukan demi pelukan
Terjadi demikian hingga
Kita tersadar

Berhenti terengah-engah
Mata saling memandang
Tersenyum senang
Meski sedikit lelah

Sayang,
Di akhir mimpiku, kutemukan punggungmu
Tenggelam di kemeja putihku yang kebesaran.

Tags:
February 21, 2011

Rehat

Masih, senja itu kau dan aku berpelukan.
Tersenyum saling memandang.
Wajah kita yang bahagia.

Kau rekatkan pelukanmu.
Kau tenggelamkan wajahmu di dadaku.

Sayang, kau panggil aku sayang.
Kau sengaja menaruh dahimu di leherku.
Tentu saja, agar aku mencium ubun ubunmu.

Cerdik, kau kekasih yang nakal.
Kubur cemburumu,
Kau kekasihku yang pintar.

Puaskah kau?
Kau dapat keinginanmu, menciumku tanpa henti.
Bukan hanya bibirku, pun sekujur tubuhku.
Kau serang hatiku, menandainya dengan kecupan.

Dan saat kau menengadah kembali.
Memandangku manja.

Ku gengam dagumu,

Kau melanggar janjimu sayang.
Kita harusnya bercumbu tanpa henti.

Sepersekian detik, kudapati.
Bibirmu dan bibirku berpagut.
Bercium, mengulum.

Sayang, jangan berhenti lagi.
Bukankah ini yang kau nanti?

February 20, 2011

Secarik buram untukmu

Kepada kau, sang rahasia.

Kau surga yang tersembunyi, tempat dosaku terampuni.
Kau batu yang akan ku lubangi, dengan tetesan mani.
Kau kenangan, yang hanya abadi di angan.
Kau masalah, yang tak pernah salah.

Kau adalah nafas, yang memompa jantungku.
Kau adalah darah, yang mengalir di arteriku.
Kau adalah denyut, yang mengancam pikirku.
Kau adalah bayangan, yang dilukis tinta tanpa warna.

Pujaanku,
Di ruwat bibirmu, kutitipkan beberapa nama anakku.
Di telingamu, kubisikkan desah yang tak terdengar.
Di lehermu, kuukir beberapa marka.
Di dadamu, kupuja artefak suci yang telah mengeras sendiri.

Maka, saat bibirku mendekat,
Lupakan rasa anggur itu.
Ikuti oleng yang kau rasa.
Biarkan kendali melupakan tugasnya.

Mari bercinta sayang..

Tags: