Secarik buram untukmu

Kepada kau, sang rahasia.

Kau surga yang tersembunyi, tempat dosaku terampuni.
Kau batu yang akan ku lubangi, dengan tetesan mani.
Kau kenangan, yang hanya abadi di angan.
Kau masalah, yang tak pernah salah.

Kau adalah nafas, yang memompa jantungku.
Kau adalah darah, yang mengalir di arteriku.
Kau adalah denyut, yang mengancam pikirku.
Kau adalah bayangan, yang dilukis tinta tanpa warna.

Pujaanku,
Di ruwat bibirmu, kutitipkan beberapa nama anakku.
Di telingamu, kubisikkan desah yang tak terdengar.
Di lehermu, kuukir beberapa marka.
Di dadamu, kupuja artefak suci yang telah mengeras sendiri.

Maka, saat bibirku mendekat,
Lupakan rasa anggur itu.
Ikuti oleng yang kau rasa.
Biarkan kendali melupakan tugasnya.

Mari bercinta sayang..

Advertisements
Tags:

4 Comments to “Secarik buram untukmu”

  1. Well well well, applause.. Ckck

  2. Heran, kok puisi ² sebagus ini ngga dibukukan..
    Masih terkagum-kagum sama bakat puisimu, dit 🙂

  3. wah…, dalem 😀
    met kenal yah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: