Archive for June, 2011

June 26, 2011

I Am Number Four (2011)

Baiklah, kali ini sebuah review film fiksi sains yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Pittacus Lore. Tapi aku belum baca novelnya, sungguh.

John Smith (Alex Pettyfer) adalah alien dari planet Lorien yang dikirim ke bumi bersama dengan delapan lainnya untuk melarikan diri dari, para Mogadorian, yang menghancurkan planet asal mereka. Dia dilindungi oleh seorang Warrior/Guardian, Henri (Timothy Olyphant), dan John sendiri telah memiliki kekuatan super, seperti peningkatan kekuatan, kecepatan dan ketangkasan, telekinesis, tahan api dan panas, dan kekuatan untuk menghasilkan cahaya dari tangannya.

Para Mogadorian, dipimpin oleh Komandannya (Kevin Durand) akhirnya mempelajari tentang kesembilan balita dan datang ke bumi mencari mereka. Loriens ini hanya bisa dibunuh dalam urutan tertentu, dan tiga diantaranya sudah berhasil dibunuh. John adalah nomor empat dan mengetahui hal ini, ia dan Henri berpindah dari Florida ke Paradise, Ohio, di mana John bertemu dan berteman dengan penggemar teori konspirasi Sam Goode (CallanMcAuliffe), seekor anjing bernama Bernie Kosar, dan jatuh cinta dengan seorang fotografer amatir, Sarah Hart (Dianna Agron), yang merupakan mantan kekasih , atlet sekolah mereka, Mark James (Jake Abel) yang seringkali mem-bully Sam.

Saat karnaval musim semi, Mark dan teman-temannya mencoba mengerjai John dan Sarah, dan mengikuti mereka ke dalam hutan, di mana mereka mencoba untuk memukuli John. Tapi John menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan mereka dan menyelamatkan Sarah. Sam melihat kejadian itu, dan John terpaksalah memberitahu asal usul sejatinya. Tidak lama setelah itu, ayah Mark, sheriff setempat, menginterogasi Henri mengenai keberadaan John ketika putranya dan teman-temannya diserang, dan melihat di rumah Henri terdapat sistem pengawasan berteknologi tinggi. Nah, akhirnya Henri memberitahu John bahwa terlalu banyak orang yang mencurigai mereka dan masih labilnya pengendalian kekuatan John, maka mereka harus pergi. Namun, John mengatakan kepadanya bahwa ia tidak bisa pergi karena dia jatuh cinta dengan Sarah. (Ciyeee…ciyee…)

Para Mogadorians mulai mencari John. Sementara itu, Alien lain dari Lorien, Urutan Nomor Enam (TeresaPalmer), memutuskan untuk memburu para Mogadorians setelah Guardiannya terbunuh. Para Mogadorians akhirnya menemukan John dengan memanfaatkan dua penggemar teori konspirasi kemudian menangkap Henri. Ketika John dan Sam pergi untuk menyelamatkannya, mereka diserang dan Henri terluka parah lalu meninggal saat melarikan diri dengan membawa beberapa artefak Lorien, termasuk sebuah batu biru yang berfungsi sebagai alat pelacak untuk mencari Loriens lainnya. Ayah Sam, seorang ahli teori konspirasi yang menghilang saat berburu alien di Meksiko, memiliki artefak lainnya. Sementara Sam mencari, John menemui Sarah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Sarah di sebuah pesta, namun menyadari bahwa Mogadorians telah menjebaknya dan Henri. Mark memanggil ayahnya setelah melihat John. Jadilah John dan Sarah tersudut di atap. Nah, ada adegan cool disini saat Sarah terjatuh dari atap dan diselamatkan oleh John dengan kekuatannya. Lalu saat mobil polisi mengepung John dan Sarah, adegan menerbangkan mobil polisi terjadi. (agak-agak Magneto begitulah..) Setelah lolos dari kepungan para polisi, John dan Sarah lari ke dalam hutan, yang kemudian Sarah mengajak John ke Sekolah mereka.

Sementara itu, Komandan bertemu dengan oleh Mark dan ayahnya. Lalu, setelah melukai keduanya, ia memaksa Mark untuk menunjukkan kepadanya di mana John bersembunyi, Markus kemudian membawanya ke sekolah, yang sepengetahuannya merupakan tempat Sarah suka bersembunyi. Di sana, John, Sarah, dan Sam diserang oleh Komandan dan para tentaranya, yang juga membawa dua monster raksasa untuk memburu ketiganya. Tapi, mereka diselamatkan oleh Nomor Enam dan Anjing John, Bernie Kosar, yang berubah ke wujud asalnya yaitu Chimaera, yang dikirim oleh orang tua John untuk melindunginya. Setelah ini kita disuguhi duel yang luar biasa antara Chimaera melawan kelelawar raksasa dalam balutan animasi yang apik. Sementara itu, John dan Nomor Enam, melawan Mogadorians dan seperti biasa, akhirnya mengalahkan mereka semua, termasuk Komandannya.

Pada hari berikutnya, John, Nomor Enam, Sam, dan anjingnya, menyatukan batu biru yang mereka temukan dan menemukan lokasi dari empat Loriens lainnya yang masih hidup. John memutuskan untuk mengajak Sam dengan mereka dengan harapan akan menemukan ayah Sam.

Well, yang menarik dari film ini tentu spesial efek dan konsep cerita fiksinya. Meski ada beberapa adegan yang sepertinya dipaksakan untuk berhubungan tapi cukup baguslah.

I Am Number Four.

Produser: Michael Bay

Berdasarkan novel “I Am Number Four” oleh Pittacus Lore

Pemeran:  Alex Pettyfer, Timothy Olyphant, Teresa Palmer, Dianna Agron dan Callan McAuliffe

Rilis: 18 Februari 2011.

June 22, 2011

Senja itu, kau dan aku

Sayang,
Kekasihku yang agung
Kekasihku yang tak terlihat
Kekasihku yang pilu

Tahukah kau,
Letup cemburumu terasa di ujung jariku?
Tangisan rindumu menggema di rongga otakku?

Tahukah kau,
Perih gigitmu tertinggal di telingaku?
Manis lipstikmu masih mengecap di pori bibirku?

Sayang,
Lihatlah jejak-jejak di dadamu
Ingatkah kau, bibirku yang musafir
Tlah mengembara di sana?

Sayang,
Adakah kau ingat sentuhanku?
Apakah kau ingat rayuanku?
Ataukah geliat manjamu?

Kau,
Yang dalam bermimpi
Mari berbagi,
Keinginan hati yang paling suci

Kau,
pecinta terikhlas
Di hatiku, kau terukir tanpa nama.

Kekasihku,
Di senja itu, kau dan aku tak pernah bercinta.

Tags:
June 21, 2011

City of Angels (1998)

Poster film City of Angels dengan pose Nicholas Cage dan Meg Ryan yang terkenal itu 😀

“Bagaimana bila seorang malaikat jatuh cinta?”

Aku menyaksikan film ini kelas 2 Smp dan sampai sekarang masih menempel di sudut ingatan. Entah kenapa, romantisme di film ini sangat sejuk, satir dan miris pada saat bersamaan.

Film ini menceritakan tentang, Seth (Nicholas Cage), salah seorang malaikat yang tugasnya menjemput manusia yang menjelang mati kemudian membimbingnya menuju proses reinkarnasi ke hidup berikutnya. Suatu hari dia bertugas menjemput seorang manusia yang menjelang ajal di sebuah rumah sakit (gokiiil…). Namun dia terkesima dengan perjuangan Maggie Rice (Meg Ryan), dokter yang berusaha menyelamatkan pasien gagal jantung; dan penyesalan Maggie atas kegagalannya.

Seth mulai jatuh cinta, lalu beberapa kali menampakkan diri kepada Maggie, bercakap-cakap tanpa mau memberitahu Maggie tentang dirinya. Maggie pun merasakan hal yang sama, meski sudah memiliki hubungan dengan rekannya yang juga seorang dokter di rumah sakit tempat mereka bekerja. Singkat cerita, Seth bertemu Nathaniel Messinger, salah seorang pasien Maggie yang ternyata merasakan kehadiran Seth. Usut punya usut, ternyata Pak Nathan ini dulunya juga malaikat seperti Seth, dan Seth menyadari waktu Pak Nathan ini tahu Seth membaca pikirannya. Jadi Seth dikerjain sama Pak Nathan ini waktu Pak Nathan makan pancake.

Nathan: “..and you reading my mind right now”
Seth: “Stop that!”

Lalu mereka bercakap-cakap, tentang bagaimana seorang malaikat bisa menjadi (seperti) manusia. Ternyata, Pak Nathan ini menjalani ritual “Jatuh”, yaitu jatuh dari ketinggian yang membuatnya merasakan ‘kemanusiaan’ seperti sakit, berdarah, sentuhan dan sebagainya. Logically, masuk akal ya? Jadi kalau manusia jatuh dari ketinggian tertentu pasti bakal mati/pindah ke dunia malaikat. Mungkin berlaku juga buat malaikat kalau jatuh, bakal pindah jadi manusia. #apadeh #abaikan

Nah, Seth mulai bimbang untuk melanjutkan tugasnya sebagai malaikat karena cintanya kepada Maggie yang menggebu. Sampai akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil jalan yang sama dengan Nathan, yaitu “Jatuh” menjadi manusia. Di saat yang bersamaan, Maggie pun bimbang karena dihadapkan pada sebuah lamaran dari rekan dokternya, sementara dia makin jatuh cinta kepada Seth. Tapi Maggie pun sadar bahwa Seth tidak pernah mengalami yang namanya cedera, maupun luka-luka fisik apapun. Ada satu scene saat mereka memasak di dapur Maggie, dimana Maggie melihat dengan jelas jempol Seth terpotong (bukan teriris lagi) oleh pisau dapur saat memotong sayuran. Tapi Seth, pura-pura bodoh dan memperlihatkan bahwa jempolnya tidak apa-apa.

Momenth of truth yang luar biasa aku rasakan ketika Seth memutuskan untuk menjatuhkan diri dan mengorbankan keabadiannya demi cintanya kepada Maggie. Sampai akhirnya mereka bisa saling merasakan dan (ehem) bercinta (hahahaha..). Tapi sungguh, momen itu menyuntikkan keyakinan kepada aku, bahwa cinta memang perlu pengorbanan yang besar. Seperti kita temukan pada Seth yang menanggalkan kemalaikatannya, demi cintanya kepada Maggie.

Ending yang menyesakkan muncul pada saat mereka bersatu, namun Maggie mengalami kecelakaan yang tidak bisa diselamatkan Seth di akhir film drama romansa fantasi ini.

“Seth, i can see them. They came to escort me away. Im not afraid anymore.”

Film ini diakhiri dengan adegan di pantai, dimana para malaikat berkumpul untuk mendengarkan ‘nyanyian surga’. Di pantai ini Seth dan Nathan bertemu dengan sahabat malaikat Seth, yaitu Cassiel yang bertanya tentang keputusan Seth menjadi manusia. Seth menjawab, tidak.

“I would rather have had one breath of her hair, one kiss of her mouth, one touch of her hand, than eternity without it. One.”

Kemudian kita akan menyaksikan Seth menikmati ‘kemanusiaan’nya, bermain air di pantai. Meski sendiri, dia mendapat hadiah terindah dari cinta; sebuah kehidupan.

Judul: City of Angels
Pemeran: Nicholas Cage, Meg Ryan
Rilis: April, 1998
Produser: Charles Roven, Dawn Steel.

June 20, 2011

Tentang #30haritantanganmenulis

Hai semua!

#30haritantanganmenulis ini saya persembahkan, lebih tepatnya mengajak temen-temen yang sebenernya suka menulis tapi kadang malas mengisi blognya untuk lebih rajin mengisi blognya. #eh #kusutbahasa

Jadi selama 30 hari ini kita nulis dan share link tulisan kita di #30haritantanganmenulis ya, semoga bermanfaat bagi empunya blog dan pembacanya juga.

Okay, #30haritantanganmenulis ini akan saya bagi 6 season dimana tiap season ada 5 episode. #eaa #lukatehouse *dirajammassa*

Season 1 —> MOVIE REVIEW

5 hari, 5 film !!
Siapa yang ga suka nonton film? Saya yakin semua suka. Film-film yang direview boleh film apa saja, dari jaman apa saja, dari galaksi mana saja. Pokoknya film! Nah siapa tau temen-temen yang baca review kalian jadi tertarik nonton film yang kalian review. Panjang review, bebas! Secerdas kalian aja bikin review yang semenarik mungkin. Jangan lupa kalau masih ada link(film)nya dishare ya gan! :beer: :kaskusbanget:

Nah itu dulu ya petunjuk season 1 kita. Petunjuk Season selanjutnya akan datang di penghujung season. #eaaa #sokmainkode #robertlangdonwannabe

Nah! Selamat menulis teman-teman!!

Ciao,

Adit @commaditya

PS. #30haritantanganmenulis tujuannya untuk menyemangati kalian menulis lagi. kalo copas tulisan lama sama aja bo’ong kan?
Mari jujur kepada diri sendiri, apa yang akan kita lakukan, outputnya untuk kita masing-masing. #mendadakreligi O:)

June 17, 2011

Kepada kalian; jarak dan waktu

Kepada jarak dan waktu,
Kami bukanlah mainanmu
Kami adalah tuanmu,
Pengendali yang semau-mau

Kepada jarak dan waktu,
Entah kapan kalian akan mengerti
Cinta kami bukan lagi balita, yang tetakut menyusuri
Lorong gang, yang gelap kalian mantrai dengan sunyi

Berapa cinta yang kalian kandaskan?
Berapa nafas yang kalian hentikan?
Berapa tangis yang kalian ciptakan;
Hingga menganak sungai, menenggelamkan rindu.

Kepada jarak dan waktu,
Kami bukan pekasih puas dahaga
Yang dipertemukan malam
Lalu dipisahkan fajar,

Bukan, kami lebih sejati dari sekedar dahaga.

Kepada jarak dan waktu,
Pada angin laut kutitipkan rindu
Lalu hujan akan menggemakannya menjadi embun
Di jendela kamar kekasihku

Kepada jarak dan waktu,
Malam ini, kami akan melawan.