Malam Minggu Ini Kita (Tidak) Bertemu

Kemeja putih, dasi kupu-kupu. Kurampas seikat bunga dari meja lalu berhenti di depan cermin. “Cukup..” batinku, setelah melihat lelaki-tumben-rapi disana. Setelan cupu, dagu minim bulu, matanya anti ragu; siap menghadapi malam minggu.

Malam ini, aku akan bertemu orang tuamu. Kubayangkan hal-hal yang mereka tanyakan. Kusimulasikan salam terbaik yang terlintas dan melatih beberapa cerita lucu, seiring mendekatnya rumahmu.

“Selamat datang, nak.” Ibumu menyambutku di pintu, kemudian mempersilahkanku masuk. “Aah, kamu sudah datang, Mari kemarilah, nak.” Ayahmu memelukku. “Ayo, dia menunggumu.” Beliau lalu mengantarku ke ruang keluarga, disambut senyum manismu.

Kuletakkan seikat bunga di depan fotomu, kunyalakan beberapa dupa lalu berlutut dalam doa. Kurasakan tangan ayahmu mengusap punggungku dan isak ibumu mengiringi tangisanku.

Advertisements

9 Comments to “Malam Minggu Ini Kita (Tidak) Bertemu”

  1. Adit!!
    Kamu hebat mengaduk perasaan pembaca.
    πŸ™‚

  2. Gue baru sadar! ini 111kata? mantap

  3. ADIIIIT… BIKIN MEWEK BAGIAN AKHIRNYA.. πŸ˜₯ *CAPSLOCKNYA NAKAL*

  4. Duh! Dityaaaaa… :’)

  5. Damn! Merinding menggelinjang..

  6. Huaaaa.. Adiiiit, keren! Bagian terakhirnya kena banget. :’|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: