belum selesai

Pelan-pelan aku merintih, dalam kesepian-saat terlalu jauh darimu
Karena, bila kita tidak lagi dekat, dadaku tak pernah berdebar sama

Ibu,

Di pahamu, air mataku menemukan muara
Di pelukmu, umurku hanya angka
Untukku, kau, adalah cinta tak terganti oleh ribuan kekasih
yang datang berkunjung, lalu pergi

Saat jarak merentang sedemikian, aku koma
kemudian air mata, jatuh merindukanmu

Ibu,

Tulisan ini, belum (atau mungkin tak akan) selesai memujamu

 

–Untuk Putu Purwani Laksmi
27 tahun menjaga penjahat bengal
yang tak pernah dewasa di pelukannya

Advertisements
Tags:

4 Comments to “belum selesai”

  1. Huaaaah..
    Beliau pasti bangga :”)

  2. Nangis lagi bli 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: