Mimpi [?]

“TIDAAAK!! TIDAAAK!!!”
Nafasku menderu, banjir keringat di badanku. “Oh Tuhan, mimpi itu lagi.” batinku.

7.55 am, kuyakin weker pun urung membangunkanku setelah kuteriaki. Kemudian kutinggalkan ranjang, membasahi wajahku di wastafel, mengatur nafas.

“Selamat pagi, John!”
“Pagi, Eli! Mawar putih, ada?”
“Selalu ada untukmu, ganteng.”
Eli selalu tahu cara menumbuhkan senyum di wajahku, beruntunglah setiap pagi, aku selalu melewati toko bunganya.
“Masuklah, kubuatkan kopi..”
“Nantilah, aku harus..”
“Oke, ini mawarmu, titipkan salamku untuknya.” Dia tersenyum penuh pengertian.
“Terima kasih.” Kemudian aku bergegas menyeberang..

“John! Kau lupa kembalianmu!”
Aku hampir mencapai seberang jalan saat kulihat Eli, berusaha menyusulku, tanpa melihat mobil itu.

“TIDAAAK!! TIDAAAK!!!”
Nafasku menderu, banjir keringat di badanku. “Tuhan, mimpi itu lagi..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: