Bunga untuk…

“Halo, aku Eli, selamat datang di tokoku.”
“Halo Eli, John. Punya mawar putih?”
“Tentu, John, berapa?”
“Tiga, diikat.”
“Sebentar.. Bin, tolong 3 mawar putih terbaik untuk tuan ini!”
Dia kemudian mengajakku ke meja kasir.
“Tunggu disini saja. Untuk kekasihmu-kah?”
“Iya, untuk kekasihku, hari ini aku mengunjunginya.”
“Oh, siapa namanya?”
“Ryan.”

Hening sejenak.

“Oh, Ryan, dia wanita.”
“Oh, oke, maaf John aku…”
“Tidak apa, sudah biasa, namanya memang maskulin.”
Kami pun tertawa kecil.

“Dia tinggal di sekitar sini?” lanjut Eli.
Kuhela nafasku sejenak.
“Dia bersemayam di pemakaman dekat blok 4.”

Aku sudah di seberang jalan saat kudengar sayup suaranya.

“John, kau lupa kembalianmu!”

aku berbalik,
dan teriakanku, ditelan decit ban yang dipaksa berhenti.

Eli..

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: