Percakapan Dengan Ibu

Suatu pagi aku mengadu kepada bumi
“Ibu, aku telah bersalah.
Aku terjatuh, terluka dan melahirkan tangisku sendiri.”

Siang hari, aku menemuinya lagi
“Ibu, hatiku perih.
Aku abai, khilaf hingga menoreh nafasku yang suri.”

Di batas malam, dimana kala menuju sandi, aku berpuisi
“Ibu, anakmu gagal lagi, melempar batu yang tak mampu ditemukannya lagi.”

Dini hari, aku terbangun dengan keringat hangat
“Ibu! Mimpiku bilang aku akan mati! Sendiri ditelan sepi!”

Pertiwi tersenyum, dan berkata
“Nak, berlututlah, tutup duniamu, cangkupkan tangan. Buka mata hati, dan lihatlah — Dia selalu disana, memaafkanmu.”

Kemudian sayapku tumbuh, membawaku naik pelan-pelan
Di atas telah menunggu, senyum dewa-dewi yang dulu beliau ceritakan

“Ibu, aku pulang dulu(an)..”

Advertisements
Tags:

One Comment to “Percakapan Dengan Ibu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: