(Tidak) Utuh

Hujan tumpah terlalu deras,
aku urung menangis
Langit seakan lebih tahu, apa yang
tidak diketahui manusia ini

Pulang?
Kupikir, tiada pulang yang sehangat
pelukmu

Perjalananku masih jauh
demi sepasang mata teduh
dimana kelak hatiku runtuh
dan hidup bersauh

Hujan, memulangkan angan lebih dulu
Bahkan sebelum dibangkitkan rindu

Advertisements
Tags:

One Comment to “(Tidak) Utuh”

  1. salam kenal 🙂

    bagus pilihan kata-katanya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: