ORANG KETIGA

“Aku rindu.”
“Bali? Tentu, pulanglah, masih banyak keindahan untuk kau lihat.”
“Tapi kau jangan sibuk saat aku datang, aku ingin menikmatinya bersama yang terindah.”

SIMPANG DEWA RUCI.
Lamunanku dibangunkan klakson mobil di belakangku.
Beginilah dia saat siang, para mobil saling menyumpahi.
Sebagai salah satu kanal menuju bandara, dia tidak seharusnya semacet ini.

TERMINAL KEDATANGAN, NGURAH RAI AIRPORT.
Dari dalam pintu terminal, bidadariku melambaikan tangan.
“Adit!”
Maya berlari kemudian memelukku.
Sejenak kami berputar di udara, lalu kuturunkan untuk melihat senyumnya.
Kangen.” bisiknya lembut, tanpa kujawab.
“Wawan!” sapaku pada lelaki yang mengiringinya, teman baikku; tunangannya.
“Sini kubantu!”
“Halah, cuma segini! Santai!” timpalnya.
Gelak tawa mengiringi percakapan kami.
Wawan, Maya dan aku; orang ketiga.

 

 

Advertisements

2 Comments to “ORANG KETIGA”

  1. suka banget sama yg ini, kakaaak 🙂 *menepati petuah kalo mampir sebaiknya meninggalkan komen* XD

  2. gak perlu banyak kata tapi udah bener-bener bercerita. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: