Archive for February, 2012

February 13, 2012

Sehela-dua hela

Sejak kau hidup di dalamnya, puisiku tak lagi jadi pelarian sepi
Mereka jadi rumah, untuk cintaku yang yatim
Kenangan pun menemukan ingatan sebagai taman bermainnya
merajalela mengacaukan mimpi

Pilu meranggas dalam-dalam sukmaku, yang bernafas di kecupan embun
Oh iya, namaku daun–jatuh dalam dekapanmu, musim gugur

14 Feb 2012
kepada Titut,
semoga lekas sembuh.

February 13, 2012

kepada wanita yang selalu kunikmati senyumnya

Ada ribuan bintang, yang lebih indah kupandang saat terpantul di laut matamu
Ada kesejukan di pelukanmu, yang tak sanggup dihadirkan salju-salju
Ada hujan, yang lebih deras dari badai mana pun, saat rindu tidak menemukan pelukmu
hingga akhirnya, aku menemukan matamu sebagai tempat meneduhkan segala lelahku.

Bagaimana kau kulupakan?

Kau selalu nampak begitu nyaman-berselimut kenangan
tertidur di balik kelopak mataku
Jika kau ingat, sebenarnya dentum-dentum di dadamu itu
ialah ledak bola-bola atom yang kulempar dari langit matamu.

itu dulu… 

Kini gelak tawamu lebih nyaring dari gelas-gelas kaca
senyummu selengkung khatulistiwa
pipimu lebih semu daripada merahmuda
bahagiamu dekat, menggenggam erat hatimu

Ah, kau kini jadi nyonya,
salam untuk anak-anak kita, sayang

dan suamimu..

 

 

Tags:
February 8, 2012

aku jatuh cinta padamu

aku jatuh cinta padamu,
dan bila nanti aku lupa diri, tenanglah;
itu bukan salahmu.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila aku selalu menyebut namamu, tenanglah;
itu doa untukmu.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila nanti aku gigih mengejarmu, tenanglah;
aku ingin menjadikanmu masa depanku.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila suatu saat aku menangis, tenanglah;
itu hanya keringat dari usaha mencintaimu.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila nanti aku lelah mengejarmu, tenanglah;
istirahatku hanya sejenak untuk mengejarmu lagi.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila nanti aku menyatakannya padamu,
tenanglah; terima saja tak wajib kau balas.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila nanti aku tiada, tenanglah;
aku akan tetap menjagamu dari jauh.

aku jatuh cinta padamu,
dan bila nanti aku tak lagi menyapamu, tenanglah;
itu hanya salah satu usaha melupakanmu.

selamat malam, sayangku yang manis

 

selamat tinggal