kepada wanita yang selalu kunikmati senyumnya

Ada ribuan bintang, yang lebih indah kupandang saat terpantul di laut matamu
Ada kesejukan di pelukanmu, yang tak sanggup dihadirkan salju-salju
Ada hujan, yang lebih deras dari badai mana pun, saat rindu tidak menemukan pelukmu
hingga akhirnya, aku menemukan matamu sebagai tempat meneduhkan segala lelahku.

Bagaimana kau kulupakan?

Kau selalu nampak begitu nyaman-berselimut kenangan
tertidur di balik kelopak mataku
Jika kau ingat, sebenarnya dentum-dentum di dadamu itu
ialah ledak bola-bola atom yang kulempar dari langit matamu.

itu dulu… 

Kini gelak tawamu lebih nyaring dari gelas-gelas kaca
senyummu selengkung khatulistiwa
pipimu lebih semu daripada merahmuda
bahagiamu dekat, menggenggam erat hatimu

Ah, kau kini jadi nyonya,
salam untuk anak-anak kita, sayang

dan suamimu..

 

 

Advertisements
Tags:

One Comment to “kepada wanita yang selalu kunikmati senyumnya”

  1. *menghela napas*
    *menghembuskan perlahan*
    kenapa dulu tak kau lamar aku?
    bukankah nikmatmu hanya senyumku…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: