Sehela-dua hela

Sejak kau hidup di dalamnya, puisiku tak lagi jadi pelarian sepi
Mereka jadi rumah, untuk cintaku yang yatim
Kenangan pun menemukan ingatan sebagai taman bermainnya
merajalela mengacaukan mimpi

Pilu meranggas dalam-dalam sukmaku, yang bernafas di kecupan embun
Oh iya, namaku daun–jatuh dalam dekapanmu, musim gugur

14 Feb 2012
kepada Titut,
semoga lekas sembuh.

Advertisements

One Comment to “Sehela-dua hela”

  1. puisinya bagus-bagus mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: