Yang selalu ingin kukatakan kepadamu.

Seandainya kamu tahu,
bagaimana badai di hatiku saat pertama kali senyummu,
bertamu di serambi pikiranku.

Seandainya kamu mengerti,
bagaimana aku ingin selalu bersamamu menjadi kita,
ketika tatap matamu menjatuhkan hati.

Seandainya kamu mengerti,
bagaimana kamu dan pelukanmu,
menghadirkan kembali hangat perapian ruang hati.

Seandainya kamu mengerti, betapa aku ingin jadi alasan kamu tersenyum ceria, dan juga segala air mata, sedih maupun bahagia.

Seandainya kamu mengerti, bagaimana aku ingin mencintai kehidupan kita,
bahkan kehidupan lain setelahnya.

Seandainya kamu mengerti, bagaimana erat genggamku, kala aku dan maut bernegosiasi
demi umurmu satu hari lagi untuk kucintai.

“Hingga maut memisahkan kita.”
Tak kusadari betapa ia begitu dekat.

Baik-baik disana, sayang.
Aku mencintaimu.

Advertisements
Tags:

One Comment to “Yang selalu ingin kukatakan kepadamu.”

  1. suka bagian ini:
    “Seandainya kamu mengerti, bagaimana erat genggamku, kala aku dan maut bernegosiasi demi umurmu satu hari lagi untuk kucintai.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: