Archive for May, 2012

May 29, 2012

Apa Kabar? (bag.I)

Jadi, apakah sel-sel di tubuhmu masih merindukan aku?

matahari tiba-tiba diam, angin berhenti berhembus
seperti bumi turut mematung bersama keraguan alam semestaku: kamu

entah ribut, atau hening yang berkecamuk
entah apa yang ribuan dewan perwakilan sel tubuhmu bicarakan di dalam pikiran
entah berapa yang mengatakan rindu, entah berapa yang mengatakan tidak, entah berapa yang ragu-ragu

adakah yang interupsi saat pimpinan sidang mengutarakan hal-hal bersentimen negatif?
adakah yang emosi menyerbu pimpinan sidang saat dia tidak menimbang fakta dengan cermat?

apa yang dewan perwakilan tangan katakan?
apa yang dewan perwakilan dada serukan?
apa yang dewan perwakilan punggung sampaikan?

satu kedipan mengetuk palu pimpinan, mengingatkan mereka untuk mengambil keputusan
setelahnya mekar hening hingga mereka sadar, bahwa mereka pun tak punya jawaban

kamu pun hanya diam, tidak memberi aku satu huruf pun
sementara milyaran sel tubuhmu menyerukan sesuatu
dan membutuhkan kamu untuk menyampaikannya

sayang,
kamu mengingatkan aku kepada negaraku

bersambung…

Advertisements
May 15, 2012

Siapa?

Lelaki itu diam lama sekali, menatap langit lengang
seperti mereka-reka siapa dia setelah kekasihnya pergi
Kemudian lelaki itu bergumam sendiri
seakan berterima kasih kepada langit
yang mengirim gerimis

untuk menemaninya merayakan kepergian

Dia adalah lelaki yang memuja kekasihnya dalam hati
terlalu tersembunyi hingga dia ditinggalkan suatu hari

Kini tetes tangisnya jadi bibit-bibit hujan yang disemaikan awan sebagai gerimis
kesedihan yang ditolak langit, dibuang kembali ke bumi

Oh kekasihnya, kekasihnya pergi mengasihi kekasih yang lain
lelaki itu hanya diam menelan kata-kata yang tertahan.

kemudian pilu menghunjam dadanya

Oh tangisan, tangisan yang dibuncah dari dadanya, meluber lewat sela-sela matanya.
Adalah tiada, adalah tiada yang dia rasa.

(Lelaki itu bukan siapa-siapa, dia hidup di dada setiap lelaki yang terlalu mencintai dan ditinggalkan)

kemudian suatu hari dia membuka matanya
dan menyadari dia telah ditinggalkan waktu

lalu dia pun menyumpahi kesedihan, karena hidup terlalu lama

 

Denpasar, 2012
untuk seorang pemuda di tanah lapang

May 9, 2012

Hingga Kau Sadari Hal Ini

Seringkali aku jadi udara, yang menyangga sayapmu
ketika kau terbang menjauh, mengejar hal yang entah

hingga suatu saat aku lelah dan tiada

kau dapati segala limbung, tak berdaya
sementara aku tiada menyangga
tiada akan menangkap
hingga kau nanti terjerembab

Seringkali aku menjadi nafas, yang kau hirup
untuk tetap hidup, sembari menadah ribuan luka basah

hingga suatu saat aku hampa dan kau punah

kau kemudian pusing, enggan memijak
sementara aku tiada memikul–tiada pernah, akan memikul
hingga apa makin tiada di dadamu
tiada apa

 

Siapa yang lebih ada?
untuk anggun terbangmu, yang membuatmu setinggi mimpi?

Siapa yang lebih menyangga?
Hal entah yang kau kejar, atau cintaku?

yang angin–di bawah kepak sayap angan-anganmu

 

 

#angin