Siapa?

Lelaki itu diam lama sekali, menatap langit lengang
seperti mereka-reka siapa dia setelah kekasihnya pergi
Kemudian lelaki itu bergumam sendiri
seakan berterima kasih kepada langit
yang mengirim gerimis

untuk menemaninya merayakan kepergian

Dia adalah lelaki yang memuja kekasihnya dalam hati
terlalu tersembunyi hingga dia ditinggalkan suatu hari

Kini tetes tangisnya jadi bibit-bibit hujan yang disemaikan awan sebagai gerimis
kesedihan yang ditolak langit, dibuang kembali ke bumi

Oh kekasihnya, kekasihnya pergi mengasihi kekasih yang lain
lelaki itu hanya diam menelan kata-kata yang tertahan.

kemudian pilu menghunjam dadanya

Oh tangisan, tangisan yang dibuncah dari dadanya, meluber lewat sela-sela matanya.
Adalah tiada, adalah tiada yang dia rasa.

(Lelaki itu bukan siapa-siapa, dia hidup di dada setiap lelaki yang terlalu mencintai dan ditinggalkan)

kemudian suatu hari dia membuka matanya
dan menyadari dia telah ditinggalkan waktu

lalu dia pun menyumpahi kesedihan, karena hidup terlalu lama

 

Denpasar, 2012
untuk seorang pemuda di tanah lapang

Advertisements

2 Comments to “Siapa?”

  1. Sempat baca ini di TL dan berharap dipindahin ke blog. Dan pagi ini menikmatinya di sini sambil ngopi. Nikmat!

  2. makasi Dit, sudah menyimpan di blog. suka nih. semacam jadi teringat seseorang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: