Apa Kabar? (bag.I)

Jadi, apakah sel-sel di tubuhmu masih merindukan aku?

matahari tiba-tiba diam, angin berhenti berhembus
seperti bumi turut mematung bersama keraguan alam semestaku: kamu

entah ribut, atau hening yang berkecamuk
entah apa yang ribuan dewan perwakilan sel tubuhmu bicarakan di dalam pikiran
entah berapa yang mengatakan rindu, entah berapa yang mengatakan tidak, entah berapa yang ragu-ragu

adakah yang interupsi saat pimpinan sidang mengutarakan hal-hal bersentimen negatif?
adakah yang emosi menyerbu pimpinan sidang saat dia tidak menimbang fakta dengan cermat?

apa yang dewan perwakilan tangan katakan?
apa yang dewan perwakilan dada serukan?
apa yang dewan perwakilan punggung sampaikan?

satu kedipan mengetuk palu pimpinan, mengingatkan mereka untuk mengambil keputusan
setelahnya mekar hening hingga mereka sadar, bahwa mereka pun tak punya jawaban

kamu pun hanya diam, tidak memberi aku satu huruf pun
sementara milyaran sel tubuhmu menyerukan sesuatu
dan membutuhkan kamu untuk menyampaikannya

sayang,
kamu mengingatkan aku kepada negaraku

bersambung…

Advertisements

2 Comments to “Apa Kabar? (bag.I)”

  1. Hih!!! Gemes sama tulisanmu, dit
    Ajarin nulis gihh x))
    *nunggu sambunganny*

  2. selamat merayakan hari lahir pancasila. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: