Satu Jam

Di dalam ruangan kaca
Sebuah meja bundar menahan berat
Dua cangkir kopi yang dingin
Sebuah asbak yang licin

Dua pasang lengan
Sepasang menyilang
Sepasang lagi menopang
Dagu yang ragu

Hujan mengetuk-ngetuk jendela
Keras namun diacuhkan sang pria
Uap-uap kopi telah menyatu kaca
Tanpa menyentuh bibir sang wanita

“Mengapa kamu masih bersamaku?”
Sang pria menghancurkan keheningan
“Karena aku mencintaimu”
Sambut wanita itu ringan

“Lalu mengapa kamu tidak menikahiku?”
Lanjut sang pria, gusar
“Karena kamu sekali menghianatiku”
Jawab wanita itu, datar

Kemudian diam lancang menyela
sunyi melanjutkan percakapan mereka
Hujan pun lamat-lamat reda
Waktu pucat menyambut tiada

 

DPS2012

Advertisements

One Comment to “Satu Jam”

  1. Bli Adit ini kalau udah nulis emang gak ada obatnya, ajari saya bli… ajari saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: