Matahari itu, Hanya Memisahkan Kita Sementara

Bagaimana engkau mencermati pagi?

Apakah kau merasakan bagaimana aku merindukanmu
setelah pelukan semalam?
Apakah kau merasakan bagaimana kata-kata kita
ternyata saling merasakan rumah, di masing-masing kita?

Bagaimana engkau menyambut pagi?

Apakah dengan ciuman di pipiku yang masih menyelimutimu?
Atau dengan mengaduk secangkir kopi yang akan kau hidangkan
untukku yang masih terlelap?

Bagaimana engkau mencintai pagi?

Apakah dengan sebuah teriakan kecil dari kamar mandi?
“Sayang, air panasmu sudah siap!”
Apakah dengan sebuah genggaman di kakiku,
dengan tangan yang basah air dingin

hingga aku melompat bangun dari tempat tidur,
seperti yang kau kenali sebagai cara membangunkanku

Masih lagi banyak pertanyaan, sayang.
Aku pun tahu di kepalamu ada beberapa yang serupa,
tapi biarkanlah dulu, biarkan..

Biarkan aku pergi sementara saja
Nanti aku akan pulang,
melanjutkan beberapa momen bersama
berpelukan dan bercerita di atas ranjang

 

 

dps2012

Advertisements

2 Comments to “Matahari itu, Hanya Memisahkan Kita Sementara”

  1. Seperti cerita saya dengan.. Ah sudahlah :))

  2. Ini persis banget kaya khayalan saya 😦 semoga lekas tercapai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: