Archive for January, 2013

January 29, 2013

kopi, rokok dan dua yang berdoa

mengapa kita saling menunggu?
tanyamu, tanpa berani tengadah
rundukmu sunyi, sepi
tiada yang berani mengusik
bahkan sejuta tiup udara
yang membentur dedaunan
dedaunan memberatkan diri
takut bergesekan jadi suara

mengapa kita saling mencintai?
tanyaku, tanpa berani memandang
kelopak mataku letih
lesu meraja di sekitarnya
menolak darah mengalir kepadanya
menolak merasakan apa-apa
lalu gelap jadi ratu di sana
hiruk pikuk rakyat hanya suara

mengapa kita saling meninggalkan?
asap hangat kopi telah hilang
rokok-rokok memuntung diam
tuhan tidak memberi jawaban

dps2013

January 5, 2013

nona manis di tangga gereja

hai, nona
mengapa cemberut menguasai wajahmu?
siapa lagi yang kau tunggu?
jangan menangis, ayah ibumu menunggu di dalam
cepatlah masuk, mendung segera tiba
matahari hendak rehat, bumi haus

hai, nona
jangan pukul-pukul anak tangga ini
bungamu masih baru, harumnya belum pergi
rapikan helai-helainya, bawalah ke dalam
letakkan di atas sebuah peti
yang menyimpan senyumku

lalu biarkan langit runtuh

dps2012

January 4, 2013

Dialog (1)

Aku mencintaimu
Bohong
Tidak
Aku tidak percaya
Apa yang harus aku lakukan?
Berdarah untukku
Beri aku pisau
Apa kata-kata tidak cukup?
Torehkan padaku
Aku tidak mencintaimu

Kenapa diam?
Aku terluka
Bohong
Sungguh
Mana lukamu, darahnya?
Di dalam sini

Aku telah berdarah untukmu
Terima kasih
Dan kini makin deras
Selamat tinggal
Aku mencintaimu
Masih?
Selalu

Dps2012