nona manis di tangga gereja

hai, nona
mengapa cemberut menguasai wajahmu?
siapa lagi yang kau tunggu?
jangan menangis, ayah ibumu menunggu di dalam
cepatlah masuk, mendung segera tiba
matahari hendak rehat, bumi haus

hai, nona
jangan pukul-pukul anak tangga ini
bungamu masih baru, harumnya belum pergi
rapikan helai-helainya, bawalah ke dalam
letakkan di atas sebuah peti
yang menyimpan senyumku

lalu biarkan langit runtuh

dps2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: