kopi, rokok dan dua yang berdoa

mengapa kita saling menunggu?
tanyamu, tanpa berani tengadah
rundukmu sunyi, sepi
tiada yang berani mengusik
bahkan sejuta tiup udara
yang membentur dedaunan
dedaunan memberatkan diri
takut bergesekan jadi suara

mengapa kita saling mencintai?
tanyaku, tanpa berani memandang
kelopak mataku letih
lesu meraja di sekitarnya
menolak darah mengalir kepadanya
menolak merasakan apa-apa
lalu gelap jadi ratu di sana
hiruk pikuk rakyat hanya suara

mengapa kita saling meninggalkan?
asap hangat kopi telah hilang
rokok-rokok memuntung diam
tuhan tidak memberi jawaban

dps2013

Advertisements

2 Comments to “kopi, rokok dan dua yang berdoa”

  1. Terima kasih telah membuat saya merasakan kembali tetesan air mata setelah membaca ini…

    sukaaaa bgt ama yg ini bliiii… ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: