Dari Satu Menuju Dua

Aku ingin selalu terjatuh dalam gerakan lambat, seperti yang selalu terjadi setiap tatap kita tertambat. Waktu saat itu begitu malas. Detik dan detik bercakap iri. Inilah hangat yang tak pernah kusadari, begitu nyaman menghuni ambang pikir. Mendaki ribuan anak tangga, tak kunjung menyentuh langit, aku menukar bahagia dengan sebuah ciuman, empat depa di atas alas kakimu. Sejak itu, untukmu aku ingin jadi setiap nafas, penopang kehidupanmu. Dan untukmu perempuanku, lelahku bekerja ialah lelahku memperjuangkanmu. 

Hingga suatu nanti, kusaksikan sepotong nebula––menghangat di matamu.

 

 

 

dps2013

Advertisements
Tags:

2 Comments to “Dari Satu Menuju Dua”

  1. wah, melankolis romantis wacanais… hehe toppp

  2. “Dan untukmu perempuanku, lelahku bekerja ialah lelahku memperjuangkanmu.”

    seandainya dia tau..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: