Asumsi

 

“Sudahkah kamu menemukan seseorang?” Lelaki itu bertanya tiba-tiba.

Sang perempuan terkejut atas pertanyaan itu, namun berusaha tidak menoleh seketika, ia menghela napasnya sebentar. Pikirannya memikirkan beberapa hal yang ingin dia suarakan. I found you.

“Sudah, tapi dia sudah punya kekasih,” jawab sang perempuan.

“Oh, sayang sekali. Berarti dia bukan aku, karena aku sedang sendiri,” timpal lelaki itu. Tawa kecil terselip di sela katanya. Dia segera menghisap rokok di tangannya, menutup kata-kata selanjutnya.

Senyum sang perempuan menyambut tawa itu, kemudian mengalihkan pandang ke arah entah.

Tanpa mereka sadari, suara retakan bergema di dada masing-masing mereka. Dua hati, patah di saat yang sama. Saling mencintai, namun saling mematahkan hati sendiri.

Advertisements
Tags:

3 Comments to “Asumsi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: