Selamat Malam, Pak Sapardi

I.

Selamat Malam, Pak Sapardi. 

Dengan tulisan ini saya ingin mengabarkan bahwa di negara kita banyak sekali orang yang ingin menjadi seperti Bapak. Beberapa menuliskan tentang keberadaan pedih dalam tetesan Hujan di setiap Bulan Juni. Beberapa mengerami sunyi yang dipantulkan riak genangan hujan setiap sore, untuk dituliskan malam harinya sebagai kesedihan yang agung.

Sampai saat ini, tetesan-tetesan tangis yang yang selama ini dipuja kaum itu, telah saya dulang menjadi beberapa kata. Namun beginilah, Pak. Kesedihan yang dihantarkan rintik Hujan Bulan Juni, adalah kesedihan yang dipuja banyak mereka setelah Bapak. Mereka yang tidak menyadari, kesedihan Hujan bulan setelahnya–mau pun kekeringan di musim lainnya; ada yang lebih menyakitkan.

 

 

dps2013

Advertisements

One Comment to “Selamat Malam, Pak Sapardi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: