BBM dan Senandung Nasi

:na

Jika boleh aku dengungkan (dan tentu saja menurutku boleh), aku ingin melawan segala yang engkau khawatirkan tentang kenaikan BBM dan segala dampak setelahnya. Karena aku, ialah penangggung bahagiamu–yang akan menjamin nasimu (selain merawat senyummu dengan puisi).

Sayang, jangan menangis. Beras mungkin akan semakin mahal (demikian pun dengan senyum beberapa orang), namun kebahagiaan akan muncul pada sudut-sudut sempit dan ruang sederhana. Seperti nanti, ketika aku akan menukar setengah nasiku dengan setengah kuning telurmu.

(atau, bagaimana aku menyimak ide bodohmu: mengisi 2 hari terakhir setiap minggu dengan makan nasi berkecap dan mengurangi jalan-jalan keliling taman)

Sayang, sudahlah.

BBM boleh naik lagi, namun kita tahu; cinta macam kita tak bisa dibeli.

 

dps2013
bersama segelas hot chocolate

Advertisements

2 Comments to “BBM dan Senandung Nasi”

  1. *lega*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: