kepada yang akan pergi

awan hitam merendah
mengirim angin lembut
membelai padi-padi
dan wajahku yang pasi

pernahkah kau merasa
bahwa perpisahan ini
tidak direstui alam?

sementara, kebersamaan kita
tak direstui manusia kah?

bagaimana sang segala bisa mengaturnya?
bagaimana mungkin ia tidak yakin?
adakah ia bimbang dalam memutuskan?
apakah salah bila aku meragukannya?

bukan

ternyata ini bukan tentang
keraguan terhadapnya
ini keraguanku, pada keyakinanku
tentang rencananya

hati ini sedang mencoba meresapinya
pikiran ini sedang belajar memahaminya
bahwa perpisahan ini ialah pintu
untuk perjalananmu

 

kopi kultur, 2013
segelas kopi dan segelas air putih
saling berpandangan

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: