Archive for ‘Catatan Perjalanan’

September 19, 2013

Batavia (1)

Perjalanan.

Ini bisa jadi sebuah hal yang beberapa orang dambakan selalu dalam hidup mereka. Ada yang ingin jauh dari hal-hal yang biasa mereka lakukan, ada yang ingin melanjutkan pencarian untuk yang mereka sebut rumah, dan ada yang ingin sekedar mengisi halaman instagram mereka dengan foto-foto baru. Apa pun hasil akhirnya, perjalanan selalu mendorong saya untuk mencari hal-hal baru untuk menginspirasi stagnansi yang beku di pikiran saya untuk bergerak. Proses ini yang orang-orang (termasuk saya) sebut dengan pencarian–bukan karena tersesat– tapi karena sebuah hal kadang baru kita mengerti kebutuhannya (atau keberadaannya) justru hal tersebut ditemukan.

Perjalanan. Bulan lalu, saya menjalani sebuah perjalanan ke-sekian menuju Batavia. Saya tidak suka menyebutnya Jakarta. Setiap orang bertanya mungkin akan saya katakan dengan Jakarta, tapi di kepala saya selalu otomatis tertulis Batavia. Teman-teman selalu berkelakar tentang bagaimana saya justru berselancar ke Batavia, sementara orang-orang dari Batavia malah berlomba-lomba berlibur ke Bali. Kadang saya meminta mereka menganggap saja bahwa ini pertukaran pelajar (atau pertukaran orang stress, silahkan).

Saya suka ke Batavia. Tapi hanya sekedar liburan saja. Jika orang-orang Batavia menganggap liburan mereka ke Bali adalah untuk melepas stress dan mencari santai, pelarian dari kepenatan rutinitas mereka; anggap saja saya sebaliknya. Saya datang kemari mencari stress dan melepas santai. Dan ternyata itu adalah hal yang aneh, karena di sini yang terjadi justru sebaliknya.

Saya datang dan merasa amat santai. Mungkin ini adalah pengaruh dari Raja segala kesantaian Jakarta: Tuan Fahrizal Cecep nan Tawakkal. Gaya hidupnya yang amat lifestyle nan full easy man penuh ke-selo-an jadi soko guru bagi setiap aspek kehidupan saya. (tentu saja, saya salah satu followersnya hahaha). Tentu saja ini berkaitan pada pertemuan dengan teman-teman baik yang tadinya hanya saya lihat akunnya saya di timeline, hingga reuni-reuni kecil dengan sahabat lama.

read more »

Advertisements
August 23, 2013

Sebuah Catatan

Tidak terasa, sudah hampir sebulan menjalani konsekuensi sebuah pilihan. 21 hari, tepatnya. Betapa selama ini angka 21 adalah angka yang berarti untuk saya. Lahir pada tanggal 21, dan saya sering mengartikannya sebagai dua menjadi satu. Apalah.

Untuk saya, melepaskan diri (resign) dari sebuah pekerjaan sesungguhnya bukanlah hal yang mudah untuk diputuskan, meskipun pekerjaan tersebut kita anggap tidak lagi cukup untuk memenuhi ekspektasi kita akan sebuah tantangan, mau pun menunjang mimpi saya mengejar sebuah kesuksesan.

Setelah 7 tahun hidup dalam keteraturan dan penuh jaminan keamanan finansial, bulan ini saya memutuskan meninggalkannya semua. Meninggalkan hal-hal yang saya kerjakan setiap hari; kadang penuh cinta, kadang penuh benci–lalu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa, yang ternyata sangatlah sulit untuk dilakukan. Tidak benar-benar tidak melakukan apa-apa, sesungguhnya. Masih ada kuliah S2 yang perlu saya selesaikan. Namun bulan ini, kuliah sedang libur. Sesungguhnya saya merencanakan untuk liburan keluar pulau Bali. Namun belum ada yang bisa direalisasikan.

(Tunggu, bahasa saya agak aneh yak? Terlalu resmi nggak? Peduli amat, hahaha)

Jadi begini. Sebenarnya tulisan ini saya tulis untuk mengisi kekosongan blog ini, dan mengimbangi isi blog ini dengan hal yang lebih pribadi. Jadi tidak hanya puisi, tapi juga beberapa catatan perjalanan yang ingin saya bagi kepada kalian. Karena pada beberapa kesempatan, hidup memberi saya banyak pelajaran. Sepertinya baik untuk saya apabila saya bisa berbagi beberapa pengalaman saya dengan teman-teman; terutama beberapa yang tidak bisa bertemu langsung dengan saya.

Bagaimana rasanya resign?

read more »