Posts tagged ‘#ibu’

December 12, 2011

Percakapan Dengan Ibu

Suatu pagi aku mengadu kepada bumi
“Ibu, aku telah bersalah.
Aku terjatuh, terluka dan melahirkan tangisku sendiri.”

Siang hari, aku menemuinya lagi
“Ibu, hatiku perih.
Aku abai, khilaf hingga menoreh nafasku yang suri.”

Di batas malam, dimana kala menuju sandi, aku berpuisi
“Ibu, anakmu gagal lagi, melempar batu yang tak mampu ditemukannya lagi.”

Dini hari, aku terbangun dengan keringat hangat
“Ibu! Mimpiku bilang aku akan mati! Sendiri ditelan sepi!”

Pertiwi tersenyum, dan berkata
“Nak, berlututlah, tutup duniamu, cangkupkan tangan. Buka mata hati, dan lihatlah — Dia selalu disana, memaafkanmu.”

Kemudian sayapku tumbuh, membawaku naik pelan-pelan
Di atas telah menunggu, senyum dewa-dewi yang dulu beliau ceritakan

“Ibu, aku pulang dulu(an)..”

Advertisements
Tags:
November 13, 2011

belum selesai

Pelan-pelan aku merintih, dalam kesepian-saat terlalu jauh darimu
Karena, bila kita tidak lagi dekat, dadaku tak pernah berdebar sama

Ibu,

Di pahamu, air mataku menemukan muara
Di pelukmu, umurku hanya angka
Untukku, kau, adalah cinta tak terganti oleh ribuan kekasih
yang datang berkunjung, lalu pergi

Saat jarak merentang sedemikian, aku koma
kemudian air mata, jatuh merindukanmu

Ibu,

Tulisan ini, belum (atau mungkin tak akan) selesai memujamu

 

–Untuk Putu Purwani Laksmi
27 tahun menjaga penjahat bengal
yang tak pernah dewasa di pelukannya

Tags:
October 27, 2011

BATU

Messages-
To: Mama

“Mama, Angga sudah sampai di apartemen temen.”

Backspace~hold

“Mama, Angga udah sampe di apartemen temen.
Malem ini tidur di sini, besok pagi rencananya ke bintaro.”

Backspace~hold

“Mama, Angga uda di apartemen temen, mama uda tidur?
Udah malem ini, Angga kan ‘gak pulang, mama tidur aja.”

Cancel – discard.

Phonebook – Mama – Call

Calling..

Cancel

Messages
To: Mama

“Mama, Angga kangen.
Angga sayang mama.”

BLAH!

CancelDiscardLock phone

Entah berapa kubik hujan dari pelupuk mataku,
batu di dadaku tak pula melunak.

 

Apartemen Tebet, 21 Okt 2011 01.31 Wib.
Jakarta pagi hari, sekian ribu kilometer dari ibu .

Tags: