Posts tagged ‘#TulisPuisi’

October 11, 2013

Malam Ini, Saya Menulis Sebuah Puisi Untukmu

Pada kebahagiaanmu, kakiku meminjam sendi. Pada senyummu, wajahku meminjam cahaya. Hari ini aku dan kamu menunggu mantra-mantra titipan masa lalu menyatukan dua jadi satu. Aku dan kamu jadi kita, kaki-kaki rindu jadi cinta; gelap jadi cahaya.

Adalah malam-malam tanpa lawan bicara yang akhirnya memaksaku bercengkrama kepada kesepian, yang jadi satu dengan sendiriku. Menulis kata-kata tanpa makna, sekedar jadi teman untuk membangun keramaian.

Ingin lebih dalam, aku menyerahkan diri kepada sastra–namun kehidupan nempaknya memaksaku untuk menggali lebih dalam; makna-makna yang ia sembunyikan.

Maka aku–bersama beberapa gelas kopi–datang kepadamu, di dalam pikiranku bercengkrama atas nama sepi; tudung segala rindu, yang tahan segala uji dan menolak segala puji.

Bandara Ngurah Rai, 13 Sep 2013
Bersama beberapa gelas kopi.

 

20131011-201449.jpg20131011-201529.jpg

 

Advertisements
Tags:
September 26, 2013

Tulis Puisi dan Pengalaman

Selamat Malam,

Kemarin, dalam rangka ulang tahun saya yang keduapuluhsembilan, saya mengadakan sebuah kuis yang sesuai dengan kesukaan saya di timeline akhir-akhir ini.

#TulisPuisi adalah sebuah hashtag movement yang saya adakan untuk teman-teman yang suka menulis puisi. Catat, menulis puisi, bukan mengetiknya. Yak. Menulis puisi pada secarik kertas dan memotretnya, lalu diunggah pada sebuah tweet. Kegiatan seperti ini sering saya lakukan atas dasar kecintaan saya pada puisi, dan sebuah kesadaran kecil tentang bagaimana jarangnya tangan kanan ini saya gunakan untuk menulis.

Untuk saya, menulis adalah melukiskan kata-kata, dan para huruf adalah warnanya. Kedalaman sebuah kalimat–puisi–untuk saya adalah setara dengan pencapaian sebuah lukisan. Kekaguman yang sama sering saya temui pada lukisan-lukisan bapak Made Wianta.

Kembali pada #TulisPuisi, kali ini saya ingin membagi-bagikan beberapa hadiah kepada beberapa akun yang mengikutinya. Dan ada empat tulis puisi yang saya pilih untuk saya beri hadiah buku. Sebagai berikut:

BUrnGJpCcAAm2dc.jpg-large

#TulisPuisi karya @Jeisizzie

xekje

#TulisPuisi karya @Ama_achmad
BUr-1x3CcAAQdj9.jpg-large

#TulisPuisi karya @PritaNababan
BUsDUUmCEAALlfA.jpg-large#TulisPuisi karya @momo_DM

Saya berharap, kebiasaan kita mengetik juga bisa diimbangi dengan kita menulis. Untuk saya, kemudahan yang diberikan oleh keyboard, belum bisa menggantikan asiknya menulis. Meski melelahkan, dan kadang tulisan kita tidak terbaca oleh orang lain, minimal kita telah memberi kata-kata sebuah pengalaman. Apalagi untuk puisi, untuk saya kenikmatan menulis puisi dengan tinta selalu menciptakan keasikan yang unik di pengalaman menulis puisi saya–selain bisik-bisik alam kepada pikiran saya.

Selamat mengalami puisi, teman-teman. Semoga puisi selalu bersama kalian.

 

Kopi Kultur, September 2013

Tags: