Posts tagged ‘twitterian’

January 18, 2012

Dalam Siang Menuju Malam

selamat menghangatkan siang, amalia

selamat  meneduhkan terik, aditya

ah, disini hujan, amalia
hunjamnya mungkin akan bergaung sepanjang siang
seperti jatuhku yang mungkin akan bergema sepanjang jaman

dan di sini terik; matahari memakai jubah keemasan
mungkin senja kilaunya redup,
menyisa semburat jingga di sudut langit- rindu, aditya

dan hujan makin deras disini
kira-kira apakah yang dihempas langit kepada bumi;
sedih atau bahagia, amalia?

hujan itu lagu langit
liriknya adalah rintik,
sebuah keriangan yang disambut ilalang dengan tarian, aditya

aku pun mendengarnya, amalia
sesaat tempo mereka melambat ala ritarnando
lagunya jadi begitu syahdu, melipur lara lelahku

dan aku berseru pada langit seusai hujan
datanglah sebagai angin, aditya,
sebagai sepoi yang menenangkan

tentu, amalia, aku pun ingin hadir sebagai angin
membelai bilah-bilah pikiranmu yang indah,
meneduhkan rindumu yang resah

malam ini akan kubiarkan jendela terbuka, aditya
agar kesiuhmu jatuh di keningku–singgah di ruang pejamku

maka aku akan singgah di mimpimu, amalia
mungkin hanya figuran sejenak, namun kuharap cukup riak menjejak.

menetaplah hingga fajar rekah di ufuk
mungkin di ranting-ranting cahaya,
ada harapan yang bisa kita petik, aditya

fajar akan selalu jadi harapan untuk kita, amalia, yang akan jadi energi
seperti yang dibisikkan embun kepada daun; yang membuatnya senantiasa hijau berseri.

dan kemudian, kami saling mengucap selamat malam,
mengiringi janji akan beberapa temu yang kami impikan

 

 

tulisan di atas adalah hasil berbalas twit
antara saya (@commaditya) dengan amalia (@ama_ahmad)
yang saya rangkum dan tambahkan beberapa kata,
semoga berkenan.

 

 

Tags: ,