Archive for August, 2012

August 29, 2012

Wanita Pecandu Luka (2)

 

betapa,

luka-luka menenun segala senyumnya
dan pada duka, ia muarakan air mata

barangkali dia tidak percaya kata-kata
karena kata-kata sering mengingkarinya

menciptakan jarak, untuk  ditangisi sendiri
mengobarkan cemburu, yang menghanguskan sendiri
menciptakan rindu, untuk diratapi sendiri
menoreh luka pada tubuhnya, yang lalu disesali

bahwa rasa sakit, baginya adalah candu
ketiada-bahagiaan, menyenangkan bawah sadarnya
dan ketika kesendirian mengutuknya,
dia mulai menyukainya

barangkali dia menyukai dusta
karena dusta menentramkan ketidakpastian

seperti dia menyukai hujan
karena mereka menderaskan kesedihan
membawa kembali cerita-cerita
tenggelam dalam air mata

seperti dia menikmati tembakau
ketika bara membakarnya
menikmati setiap hembus asap
dan nikotin memangkas umur

dia, wanita pecandu luka
dilupakan dunia yang ia lipur makian
ditinggalkan asa yang dia tebas sendiri

 

dps 2012

tulisan ini, saya lanjutkan dari tulisan
Ruth Dian Kurniasari – Kepada Wanita yang Menyandu Luka

Advertisements
Tags:
August 9, 2012

Patung

Cin ta
Ak u
Mar
i
saling
K amu
me nya
yang i

Kupungut kepingan kata-kata
yang tadi kulemparkan
yang mental pada kepalamu,
yang kemudian jatuh
hancur berserakan